Life is FUN!
Improving Your Sense of Humour
TIPS: Mengembangkan Sikap HUMOR Anda
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. Amsal 15:13
Sangat menarik, bahwa Alkitab adalah satu-satunya Kitab Suci di dunia, yang mengajarkan dan memotivasi manusia untuk mengembangkan sense of humour atau sikap HUMOR. Tuhan Yesus sering mengajar dengan perumpamaan-perumpamaan yang bernilai humor, misalnya ketika Ia menggambarkan tentang betapa sulitnya orang kaya masuk Kerajaan Sorga seperti unta melewati lubang jarum, atau ketika Ia bercerita tentang selumbar dan balok di mata, dan juga ketika Ia mengajarkan supaya murid-muridnya menikmati hidup ini… dan jangan kalah dengan seekor burung pipit!
Alkitab juga penuh ditaburi dengan kata-kata seperti: “Bersukacitalah! Sekali lagi kukatakan bersukacitalah!” dalam 1 Tes 5:15 (dan yang luar biasa, kata-kata seperti ini diucapkan oleh Rasul Paulus bahkan ketika ia berada dalam penjara bawah tanah). Belum lagi ayat yang terbukti kebenarannya secara medis ilmiah: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” dalam Amsal 17:22.
Dr. M. Miller, Direktur dari ‘Preventive Cardialogy Maryland Medical Center Baltimore’ di Amerika, menyatakan bahwa stress memicu kerusakan endothelium pembuluh arteri jantung serta memacu terciptanya kolesterol dalam pembuluh darah. Stress dan kekuatiran, juga memicu keluarnya hormon adrenalin yang membuat jantung berdebar keras tidak beraturan. Selain itu, Dr. Lee Berk (pakar neuroimunologi di Loma Linda University’s School of Medicine) menyatakan, bahwa stress menghasilkan hormon kortisol yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Sebaliknya, ketika orang sedang gembira, tertawa, bersukacita dan melimpah dengan rasa syukur, maka tubuh mengeluarkan 3 zat yaitu: endorphine, serotin dan melatomin, yang sangat dibutuhkan oleh otak, sehingga kita merasa nyaman, tenang dan nikmat. Kecuali itu, dari segi kecantikan, humor, canda dan tawa, membuat otot-otot di wajah menjadi relax, dan menjadikan orang nampak lebih awet muda.
Para psikolog juga berpendapat, dan fakta membuktikan bahwa orang yang ceria, periang, atau humoris, sekalipun banyak kekurangan, lebih disukai banyak orang daripada seorang pemurung. Tak heran, orang-orang sukses, seperti Bill Gates bahkan Ibu Teresa dan lain-lain ternyata adalah orang-orang yang selalu tersenyum dan humoris.
Masih kurang yakin? Para petobat mantan dukun santet dan ahli hypnotis memaparkan kesaksian, bahwa orang-orang yang humoris ternyata sangat sulit disantet dan tak mempan dihipnotis!
Nah, marketplace ministers, mitra MORE, sebab itu ikutilah TIPS Mengembangkan Sikap Humor Anda, berikut ini:
1. Sadarilah bahwa Allah kita adalah humoris dan lihatlah
bahwa kehidupan ini lucu!
- Setiap pagi, ketika Anda membuka mata dan melihat matahari pagi menyapa Anda dengan sinarnya, pastikan Anda memandang wajah Bapa Surgawi yang penuh kasih tersenyum kepada Anda yang mengasihi Dia.
- Tertawakanlah kehidupan, hadapilah dengan positif. Pandanglah selera humor sang penciptanya, ketika Anda melihat karya ciptanya di sekitar Anda, Anda harus serius dengan hidup ini, tetapi jangan ‘kelewat serius’ hingga Anda tidak lagi menikmati keindahannya.
2. Sunggingkanlah senyum di setiap waktu.
Berhadapan dengan masalah apa pun serta berhadapan dengan siapa pun, dengan atasan ataupun rekan sekerja dan bawahan, dan dengan diri Anda sendiri di muka cermin apalagi di depan camera, usahakanlah tersenyum.
3. Belajarlah untuk mentertawakan diri Anda sendiri!
Hei, perhatikan, jangan salah. Bukan: Tertawalah sendiri; tetapi tertawakanlah diri Anda sendiri. Para motivator berkata, bahwa salah satu tanda kedewasaan mental seseorang adalah manakala ia mampu tertawa terhadap dirinya sendiri.
Coba perhatikan, bukankah lucu:
- Orang seperti Anda, yang banyak kekurangan, ternyata masih Tuhan percayakan suatu job atau pekerjaan.
- Anda sudah berusaha jadi orang baik, eh ternyata lucu, ada juga yang malah salah mengerti.
- Anda sudah berusaha dengan maksimal, eh ternyata Anda gagal, berbuat kesalahan hingga mendapat teguran. Setelah tulus meminta maaf, tertawalah bahwa ternyata Anda masih bisa ‘konyol’ juga.
Percayalah, orang yang mampu mentertawakan dirinya, adalah orang yang mampu memaafkan dirinya sendiri, sehingga juga lebih mudah memaafkan orang lain. Marketplace ministers, jangan mau kalah dengan Mr. Bean... Konon, suatu hari Mr. Bean mendengar vonis dokter bahwa ia sebenarnya positif menderita penyakit tumor otak. Anda mau tahu apa reaksi Mr. Bean? Ia tertawa dan berkata: ...”Hahaha, ternyata benar kan, aku ini punya otak!”
4. Boleh kritis namun jangan sinis.
Sesungguhnya tidak pernah ada kritik yang membangun, kecuali kritik yang disampaikan dengan manis. Jika Anda harus menyampaikan kritik, ingatlah prinsip sandwich: selipkanlah kritikan Anda di antara 2 tangkup humor, canda dan tawa, tanpa harus sinis. Hindarilah humor yang mengejek atau memojokkan orang lain.
5. Jangan pernah menggerutu, berusahalah bersukacita dan bersyukur selalu !
Bahkan ketika badai hidup datang menerpa dan menderu, jangan pernah (karena tidak ada gunanya) berdukacita atau menggerutu. Sebaliknya, berusahalah bersukacita dan bersyukur selalu. Sekalipun mungkin pada awalnya tawa dan sukacita Anda terasa fals atau semu; Tetaplah bersukacita!
Pengkhotbah 3:4: "Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari".
Karena sesungguhnya bahkan sukacita yang semu masih lebih baik
daripada dukacita yang Sejati.
(Ir. Jacobus s. Wibowo)